Filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif untuk pengamatan jaringan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.)

Authors

  • Zahrina Ikrami Universitas Syiah Kuala
  • Hafnati Rahmatan Universitas Syiah Kuala
  • Wardiah Wardiah Universitas Syiah Kuala
  • Muhibbuddin Muhibbuddin Universitas Syiah Kuala
  • Nazar Muhammad Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.37301/esabi.v8i1.95

Keywords:

Anatomi Tumbuhan, Kunyit, Organ Tumbuhan, Pewarnaan, Rumput Gajah

Abstract

Pada pengamatan jaringan organ tanaman, penggunaan pewarnaan merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan. Jika tidak tersedia pewarna sintetis maka dapat digunakan pewarna alami, salah satunya adalah rimpang kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan penggunaan filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati jaringan akar, batang, dan daun rumput gajah menggunakan pewarna filtrat kunyit, safranin, dan aquadest melalui mikroskop. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan penilaian validator ahli terhadap hasil tangkapan layar yang disimpulkan layak atau tidak dengan kriteria persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat kunyit layak digunakan sebagai pewarna alternatif baik yang disayat secara manual maupun mikrotom berturut-turut pada jaringan akar diperoleh 73,3% dan 73,3%, batang 73,3% dan 93,3%, dan daun 80% dan 73,3% semuanya dalam kategori layak. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan filtrat kunyit sebagai pewarna alternatif memiliki potensi layak dalam memperjelas preparat pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah melalui mikroskop.

Author Biographies

Zahrina Ikrami, Universitas Syiah Kuala

Pendidikan Biologi

Hafnati Rahmatan, Universitas Syiah Kuala

Pendidikan Biologi

Wardiah Wardiah, Universitas Syiah Kuala

Pendidikan Biologi

Muhibbuddin Muhibbuddin, Universitas Syiah Kuala

Pendidikan Biologi

Nazar Muhammad, Universitas Syiah Kuala

Pendidikan Biologi

References

Anisa, D. N., Anwar, C., & Afriyani, H. (2020). Sintesis senyawa analog kurkumin berbahan dasar veratraldehida dengan metode ultrasound. Analytical and Environmental Chemistry, 5(1), 74–81. https://doi.org/10.23960/aec.v5i1.2020.p74-81

Apriani, I. (2016). Pengembangan media belajar angkak beras merah dan teh (Camellia sinensis) sebagai pewarna alternatif preparat basah jaringan tumbuhan. Jurnal Pendidikan, 2(1), 59–65. https://doi.org/10.19109/bioilmi.v2i1.1140

Bria, G. G., Seran, Y. N., & Naisumu, Y. G. (2023). Uji ketahanan pewarna alami kain tenun ikat Kecamatan Noemuti Timur pada preparat basah jaringan tumbuhan. Jurnal Biologi Indonesia, 19(2), 155–165. https://doi.org/10.47349/jbi/19022023/155

Budiono, J. D. (1992). Pembuatan preparat mikroskopis. University Press IKIP Surabaya.

Conn, H. J. (1925). Biological stains: A handbook of the nature and uses of the dyes employed in the biological laboratory. The Commission.

Dafrita, I. E., & Sari, M. (2020). Senduduk dan ubi jalar ungu sebagai pewarna preparat squash akar bawang merah. Jurnal Pendidikan Biologi, 5(1), 46–55. https://doi.org/10.31932/jpbio.v5i1.571

Darmakusuma, D., Ola, P. D., Manu, A. K. A., Karyawati, A. T., & Amalo, D. (2022). Pengembangan formulasi dasar sediaan praktis pewarna alami merah berbasis biji pinang (Areca catechu) untuk tenun ikat. Jurnal Biotropikal Sains, 19(1), 20–26.

Engelen, A., & Nurhafnita. (2015). Sari kunyit (Curcuma domestica) sebagai pewarna alami. Jurnal Techopreneur, 6(2), 49–54. https://doi.org/10.30869/jtech.v6i2.194

Hakim, M. L. (2019). Pengaruh lama pemeraman dalam proses fermentasi kulit kacang tanah amoniasi menggunakan starter Aspergillus niger terhadap kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin [Skripsi, Universitas Diponegoro].

Hanum, E. L., Purwianingsih, W., Atikah, T., Herlina, I., Yani, R., & Peniasiani, D. (2009). Biologi 2. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Herdianawati, S., Fitrihidajati, H., & Purnomo, T. (2013). Pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS) inkuiri berbasis berpikir kritis pada materi biogeokimia kelas X. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 2(1), 99–102. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/1626/1182

Mauseth, J. D. (1988). Plant anatomy. The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.

Noor, R., Tika, N. Y., & Agustina, P. (2020). Preparat jaringan tumbuhan dengan menggunakan pewarna alami sebagai media belajar jaringan tumbuhan praktikum biologi sel. Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro, 5(2), 136–147. https://doi.org/10.24127/jlpp.v5i2.1547

Nurwanti, M., Budiono, J. D., & Pratiwi, R. P. (2013). Pemanfaatan filtrat daun muda jati sebagai bahan pewarna alternatif dalam pembuatan preparat jaringan tumbuhan. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 2(1), 73–76. https://core.ac.uk/download/pdf/230676781.pdf

Ode, A., Sampulawa, S., & Hulopi, F. (2022). Pemanfaatan ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alami pembuatan preparat awetan jaringan tumbuhan dalam praktikum biologi sel. Jurnal Ilmiah Biologi, 10(2), 756–766. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i2.5979

Oktaviani, D. N., Santoso, H., & Noor, R. (2019). Perbandingan larutan buah pinang (Areca catechu L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap kejelasan jaringan hati sebagai alternatif pewarna alami preparat jaringan sebagai sumber belajar biologi. Bioedulock, 1(1), 50–58.

Sa’diyah, R. A. (2015). Penggunaan filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif jaringan tumbuhan pada tanaman melinjo (Gnetum gnemon). Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 4(1), 765–769. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/10932

Saati, E. A., Wachid, M., Nurhakim, M., Winarsih, S., & Rohman, M. L. A. (2019). Pigmen sebagai zat pewarna dan antioksidan alami: Identifikasi pigmen bunga, pembuatan produknya serta penggunaannya. UMM Press.

Solehah, G. H. (2024). Penerapan kunyit sebagai indikator asam-basa dalam pembelajaran sains di Madrasah Ibtidaiyah Ihya Ulumiddin Banjarmasin: Perspektif siswa. Bilangan: Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa, 2(6), 131–143. https://doi.org/10.62383/bilangan.v2i6.350

Suheryanto, & Dwi. (2010). Optimalisasi celupan ekstrak daun mangga pada kain batik katun dengan iring kapur. Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Kimia Proses. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/28057/

Sutara, P. K. (2016). Penuntun praktikum struktur dan anatomi tumbuhan. Universitas Udayana.

Tan, W. H., Lee, Y. L., & Cheong, P. S. (2016). Turmeric as an indicator for acid-base reactions. Journal of Chemical Education, 93(4), 706–710. https://doi.org/10.1021/acs.jchemed.5b00987

Tika, N. Y. (2020). Uji kejelasan preparat jaringan akar bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan variasi lama perendaman dalam larutan buah murbei (Morus alba L.) sebagai media belajar jaringan tumbuhan [Tesis, Universitas Muhammadiyah Metro]. Eprints UM Metro. https://eprints.ummetro.ac.id/297/

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles